Sabtu, 17 Oktober 2020

Faida Diduga Selewengkan Bantuan Covid-19 Untuk Kampanye Pemilihan Bupati Jember

Faida Diduga Selewengkan Bantuan Covid-19 Untuk Kampanye Pemilihan Bupati Jember

Persiapan Pilkada Jember 2020, Bupati Faida Tunggu Rekom Partai | Bangsa  Online - Cepat, Lugas dan Akurat

Calon Bupati petahana, Faida diduga melakukan penyelewengan bantuan penanganan COVID-19 berupa beras untuk kepentingan pencalonannya pada Pilkada Kabupaten Jember 2020.

Indikasi ini diketahui setelah foto diduga kegiatan distribusi bantuan penanganan COVID-19 yang disinyalir digunakan untuk kepentingan Pilkada di Pendapa Wahya Wibawa Graha Jember, tersebar di media sosial.

Foto tersebut diketahui diambil pada tanggal 26 September 2020. Di dalam foto itu menununjukkan sebuah mobil bak terbuka berwarna hitam masuk ke dalam Pendapa Wahya Wibawa Graha saat malam hari. Tepatnya melalui pintu samping menuju sebuah garasi di dalam tempat tinggal Bupati Faida.

Terpisah, tim auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) diketahui sedang melakukan audit, dan mengalami kendala soal penyelidikan bantuan penanganan COVID-19.

Hal itu terungkap saat pertemuan antara tim auditor dengan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Jember, KH Abdul Muqit Arief, sore kemarin.

Menurut Muqit kondisi pintu gudang masih terkunci hingga sekarang. Didalamnya terdapat berbagai macam barang sumbangan dari lembaga non pemerintah.

Gudang tersebut berada di rumah 'Pendopo Wahya Wibawa Graha' rumah dinas yang pernah dipakai Bupati Jember Faida selama menjabat sebelum nonaktif untuk mengikuti Pilkada 2020.

Namun Muqit tidak mengungkap pasti di mana lokasi garasi yang dimaksud.

"Yang menjadi telaah dari teman-teman BPK adalah bantuan pihak ketiga. Sudah sampai dimana penyalurannya," ujar Muqit.

Terkait kegiatan yang dilakukan BPK, Muqiet menghimbau pejabat di lingkungan Pemkab Jember tidak mempersulit pelaksanaan audit.

Kondisi gudang yang terkunci, diakui dirinya, tidak tahu siapa yang memegang kuncinya.

"Saya sudah minta ke Kepala Bagian Umum, kemarin masih ada masalah kunci masih dipegang staf di pendopo," ucapnya.

Sementara, Cabup Jember, Faida saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp atau telepon selulernya pada Jumat (16/10/2020) sekira pukul 14.23 WIB, belum ada jawaban.

Upaya konfirmasi terus dilakukan hingga berita ini diterbitkan.



Kamis, 17 September 2020

Kemenkumham Tetapkan PakDe Karwo dan Ahmad Basara Sebagai Pengurus DPP GMNI Yang Sah

Kemenkumham Tetapkan PakDe Karwo dan Ahmad Basara Sebagai Pengurus DPP GMNI Yang Sah

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) akhirnya mengeluarkan Surat Keputusan (SK) bernomor AHU-000510.AH.01.08 tahun 2020 yang menetapkan Pak De Karwo (panggilan akrab Soekarwo - mantan Gubernur Jawa Timur) dan Ahmad Basara (Ketua DPP PDI Perjuangan) sebagai pengurus Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) periode 2019 - 2022, hasil kongres ke 21 di kota Ambon, provinsi Maluku.

Sebagaimana diketahui kongres ke 21 organisasi GMNI di kota Ambon berlangsung pada akhir tahun 2019 sempat berlangsung ricuh.

Karena pada saat kongres organisasi yang diikuti oleh ratusan peserta ini sedang berlangsung, Soekarwo dan Ahmad Basara memerintahkan agar beberapa orang peserta meninggalkan arena kongres, dan lalu menyewa Hotel Amaris di kota Ambon untuk mendeklarasikan kepengurusan hasil kongres ke 21 GMNI dan menetapkan Soekarwo dan Ahmad Basara sebagai pengurus DPP GMNI.

Hal ini sempat memicu kericuhan para peserta kongres.

Akhirnya Kemenkumham mengeluarkan SK nomor AHU-000510.AH.01.08.2020 pada bulan Agustus 2020 yang menyatakan bahwa Soekarwo dan Ahmad Basara adalah pengurus DPP GMNI yang sah.

Dengan telah terbitnya SK Kemenkumham ini diminta kepada seluruh anggota dan warga GMNI untuk tunduk dan patuh pada keputusan tersebut.



Minggu, 06 September 2020

Tidak Salah Jika Masyarakat Meragukan Partai Demokrat

Tidak Salah Jika Masyarakat Meragukan Partai Demokrat

Dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati kabupaten Jember propinsi Jawa Timur (Jatim) tahun 2020, Partai Demokrat memberikan rekomendasi dan mengusung pasangan calon Hendi - Gus Firjaun untuk berkompetisi pada pemilihan yang akan berlangsung pada bulan Desember 2020.

Akan tetapi para pengurus Partai Demokrat cabang Jember, tampak aktif mendukung dan mengusung bakal calon dari jalur perseorangan yakni pasangan Faida - Vian.

Dukungan pada pasangan jalur perseorangan Faida - Vian tersebut bukan hanya bersifat pernyataan retorika belaka, akan tetapi berupa dukungan konkret sejak pengumpulan dukungan dari masyarakat sebagai syarat maju sebagai calon jalur perseorangan dan mempersiapkan persyaratan dan berkas agar memenuhi syarat untuk mendaftar pada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jember.

Seperti tampak pada foto diatas, yang diambil oleh media, dukungan terang-terangan itu diperlihatkan oleh Rico Nurfiansyah Ali (berbaju batik dan bersimpuh dihadapan pasangan calon) pengurus Partai Demokrat Jember yang terlihat mempersiapkan segala sesuatu bagi pasangan jalur perseorangan Faida - Vian untuk kepentingan pendaftaran calon ke kantor KPU Jember.

Dengan munculnya Rico Nurfiansyah secara terang-terangan ini, ada indikasi dukungan dari pengurus Partai Demokrat yang juga anggota DPRD propinsi Jatim, Reno Zulkarnaen untuk membiayai berbagai kegiatan pengurus Partai Demokrat cabang Jember untuk mengusung dan mendukung serta memenangkan pasangan calon dari jalur perseorangan Faida - Vian tersebut.

Menurut Mahatir, seorang pengamat di Jember, apa yang ditunjukkan oleh Partai Demokrat ini bisa menimbulkan anggapan bahwa wajar jika masyarakat meragukan Partai Demokrat.

"Bisa timbul anggapan, wajar jika masyarakat meragukan Partai Demokrat, karena seperti di Jember ini, secara resmi telah memberi rekomendasi dan mengusung A, tapi secara terang-terangan pula melaksanakan kegiatan konkret untuk  mendukung dan membantu serta memenangkan B", kata Mahatir.

"Jika yang melakukan itu adalah anggota biasa atau simpatisan Partai Demokrat, mungkin masyarakat akan cuma menganggap bahwa wajar jika ada pemilih Partai Demokrat mendukung calon lain, tapi jika yang melakukan itu pengurus partai, tentunya ini bisa menimbulkan anggapan, bahwa tidak salah Partai Demokrat sangat diragukan komitmennya alias plin-plan dalam membuat keputusan", tuturnya.

Sementara itu pengurus partai Demokrat cabang Jember, Rico Nurfiansyah Ali ketika dihubungi HP/WAnya 081332987928 dan pengurus Partai Demokrat Jatim yang juga Anggota DPRD Jatim Reno Zulkarnaen ketika dihubungi HP/WAnya 08123952727 belum memberi tanggapan


Tidak Salah Jika Masyarakat Meragukan Partai Demokrat


Tidak Salah Jika Masyarakat Meragukan Partai Demokrat

Inline image

Dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati kabupaten Jember propinsi Jawa Timur (Jatim) tahun 2020, Partai Demokrat memberikan rekomendasi dan mengusung pasangan calon Hendi - Gus Firjaun untuk berkompetisi pada pemilihan yang akan berlangsung pada bulan Desember 2020.

Akan tetapi para pengurus Partai Demokrat cabang Jember, tampak aktif mendukung dan mengusung bakal calon dari jalur perseorangan yakni pasangan Faida - Vian.

Dukungan pada pasangan jalur perseorangan Faida - Vian tersebut bukan hanya bersifat pernyataan retorika belaka, akan tetapi berupa dukungan konkret sejak pengumpulan dukungan dari masyarakat sebagai syarat maju sebagai calon jalur perseorangan dan mempersiapkan persyaratan dan berkas agar memenuhi syarat untuk mendaftar pada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jember.

Seperti tampak pada foto diatas, yang diambil oleh media, dukungan terang-terangan itu diperlihatkan oleh Rico Nurfiansyah Ali (berbaju batik dan bersimpuh dihadapan pasangan calon) pengurus Partai Demokrat Jember yang terlihat mempersiapkan segala sesuatu bagi pasangan jalur perseorangan Faida - Vian untuk kepentingan pendaftaran calon ke kantor KPU Jember.

Dengan munculnya Rico Nurfiansyah secara terang-terangan ini, ada indikasi dukungan dari pengurus Partai Demokrat yang juga anggota DPRD propinsi Jatim, Reno Zulkarnaen untuk membiayai berbagai kegiatan pengurus Partai Demokrat cabang Jember untuk mengusung dan mendukung serta memenangkan pasangan calon dari jalur perseorangan Faida - Vian tersebut.

Menurut Mahatir, seorang pengamat di Jember, apa yang ditunjukkan oleh Partai Demokrat ini bisa menimbulkan anggapan bahwa wajar jika masyarakat meragukan Partai Demokrat.

"Bisa timbul anggapan, wajar jika masyarakat meragukan Partai Demokrat, karena seperti di Jember ini, secara resmi telah memberi rekomendasi dan mengusung A, tapi secara terang-terangan pula melaksanakan kegiatan konkret untuk  mendukung dan membantu serta memenangkan B", kata Mahatir.

"Jika yang melakukan itu adalah anggota biasa atau simpatisan Partai Demokrat, mungkin masyarakat akan cuma menganggap bahwa wajar jika ada pemilih Partai Demokrat mendukung calon lain, tapi jika yang melakukan itu pengurus partai, tentunya ini bisa menimbulkan anggapan, bahwa tidak salah Partai Demokrat sangat diragukan komitmennya alias plin-plan dalam membuat keputusan", tuturnya.

Sementara itu pengurus partai Demokrat cabang Jember, Rico Nurfiansyah Ali ketika dihubungi HP/WAnya 081332987928 dan pengurus Partai Demokrat Jatim yang juga Anggota DPRD Jatim Reno Zulkarnaen ketika dihubungi HP/WAnya 08123952727 belum memberi tanggapan

Kamis, 27 Agustus 2020

Gara2 HP Hilang, Beredar Chating Mesra Sekda Bondowoso Dengan Wanita Yang Bukan Istrinya Plus Foto Bugil Sekda

Gara2 HP Hilang, Beredar Chating Mesra Sekda Bondowoso Dengan Wanita Yang Bukan Istrinya Plus Foto Bugil Sekda

Viral screenshot chat WhatsApp tak etis diduga sebagai Sekda Bondowoso Syaifullah dan seorang dokter gigi yang merupakan ASN berinisial HHH.
Dugaan chat tidak pantas itu tersebar setelah ponsel milik HHH hilang.

Kapolsek Bondowoso Kota AKP R Heru Wahyudi membenarkan berita kehilangan tersebut.

HHH melaporkan kehilangan ponsel itu ke Polsek Bondowoso Kota pada Selasa (24/8/2020).

"Dia melaporkan kehilangan HP (handphone) karena jatuh," kata Heru saat dihubungi Kompas.com, Kamis (27/8/2020).

Berdasarkan laporan yang diterima, HHH kehilangan ponsel pada Sabtu (22/8/2020) sekitar pukul 18.30 WIB. Ponsel itu hilang di sekitar wilayah Bondowoso Kota.

"Dia melaporkan HP hilang, bukan hilang karena diambil orang, tapi terjatuh," kata Heru.
(https://www.tribunnews.com/regional/2020/08/27/viral-chat-wa-tak-etis-diduga-sekda-dan-dokter-asn-di-bondowoso-gara-gara-hp-hilang)

Foto tangkap layar chat atau percakapan mesra melalui aplikasi WhatsApp antara Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso, Saifullah dengan perempuan yang berprofesi sebagai Dokter Gigi berinisial R itu akhirnya beredar luas di sejumlah nomor WhatsApp dan grup Facebook.

foto tangkap layar pesan di WhatsApp juga beredar ke masyarakat termasuk wartawan.

Isi dalam percakapan itu, Saifullah cenderung merayu.

Saifullah juga kerap mengirim pesan mesra kepada dokter gigi yang bertugas di RSUD Koesnadi Bondowoso itu.
Salah satunya, Saifullah menyapa dengan panggilan 'sayang'.

Saifullah tak menampik bila dia sempat saling berbalas pesan dengan dokter itu.

Saifullah juga membenarkan, bila chat WhatsApp yang tersebar itu merupakan isi pesan antara dia dengan dokter berinisial R.

"Kalau chat atau percakapan yang tersebar mungkin benar. Semua orang juga melakukan (chat dengan lawan jenis) itu." katanya di ruang kerjanya, Rabu (26/8/2020).
(https://suryamalang.tribunnews.com/2020/08/26/chat-mesra-sekda-bondowoso-saifullah-dengan-bu-dokter-gigi-tersebar-di-whatsapp-sudah-diakui-benar?page=all)

Bahkan percakapan dalam file PDF tersebut dimulai dari bulan Januari 2020 yang sudah berisi chatingan mesra diduga Sekda dengan wanita (Hayu) yang  merupakan dokter gigi di Rumah sakit umum Koesnadi Bondowoso

Percakapan tersebut sangat rutin dilakukan oleh diduga sekda dengan Hayu hampir setiap harinya dengan kata-kata mesra bahkan sering bertemu diam-diam.  

Dalam chattingan itu, sering kali keduanya berkirim gambar saat melaksanakan tugasnya. Paling mengerikan diduga sekda mengirim fotonya sendiri setengah badan tanpa sehelai kain di badannya.  

Sekda sempat mengirim puisi kepada Hayu "Wahai sang rembulanAndai engkau berada di pelukankuAkan ku peluk dirimu dan tidak mungkin ku lepas lagiSampai bumi menyapa mu dan menyapa ku Menyapa kita berdua"

Berbeda dengan pengakuannya pada media sebelumnya dimana Sekretaris daerah Bondowoso Syaifullah membenarkan bahwa itu memang chat yang dia lakukan dengan wanita itu dan menganggap semua orang juga melakukan chat seperti itu dengan lawan jenis, Tapi saat Syaifullah dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp-nya tidak mengakui perihal chatingan tersebut. Ia mengatakan bahwa tidak pernah melakukan perbuatan sebagaimana diungkap oleh bukti screenshot tersebut.

Mungkin karena bingung sebab hubungannya dengan wanita itu terbuka pada publik, maka Syaifullah mengemukakan pengakuan yang berbeda2 pada beberapa awak media

Dalam Chating juga diduga bahwa si wanita diminta menemui Sekda di kamar sebuah hotel dan si wanita diminta agar jangan sampai berpapasan dengan ajudan atau sopir Sekda jika menemui Sekda di kamar hotel tersebut.

Pada kesempatan lain pada rangkaian chating itu, diduga Sekda juga menawarkan akan men transfer dana, jika wanita itu menunggu dirinya di hotel di Surabaya

Selain itu dalam chating juga diduga, bahwa Sekda bisa memberi jabatan pada orang yang disukainya dan juga bisa melakukan mutasi jabatan pada tempat yang tidak bagus pada orang atau pegawai negeri yang tidak disukai oleh si Wanita atau tidak disukai oleh Sekda atau dianggap sebagai pengkhianat oleh Sekda.

Berikut sebagian screenshoot chating yang tersebar di media sosial twitter, facebook dll dan juga pada para wartawan tersebut





Rabu, 19 Agustus 2020

Partai Berkarya dan Partai Demokrat Usung Hendy Siswanto Sebagai Calon Bupati Jember Tantang Pertahana

Partai Berkarya dan Partai Demokrat Usung Hendy Siswanto Sebagai Calon Bupati Jember Tantang Pertahana

Siapa saja figur kontestan yang bakal bertarung di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Jember mulai terlihat. Setelah Pertahana Bupati Faida lolos persyaratan dukungan calon perseorangan, berikutnya muncul rekomendasi Partai Demokrat kepada calon Bupati Hendy Siswanto.

Sekretaris DPC Partai Demokrat Jember Agusta Jaka Purwana mengakui keabsahan salinan surat yang beredar luas sesuai dokumen asli rekomendasi pencalonan dari induk partainya.

"Ya benar, Partai Demokrat resmi mengusung Haji Hendy dan Gus Firjaun," tegasnya Rabu malam, 5 Agustus 2020.

Menurutnya, dokumen asli diserahkan langsung oleh Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, dan Sekretaris Jenderal Teuku Riefky Harsya.

"Selanjutnya, kami konsolidasi internal semua pengurus sampai tingkat ranting harus bersama-sama memenangkan Pilkada", katanya.
(https://nusadaily.com/regional/pilkada-jember-dapat-rekom-demokrat-hendy-siswanto-tantang-petahana.html)

Sebelumnya, Partai Berkarya akhirnya mengambil sikap resmi terkait rekomendasi partai untuk Bakal Calon Bupati di Pilkada Jember.

Partai yang didirikan oleh Tommy Soeharto Putra yang tidak lain adalah putra bungsu mantan Presiden Soeharto ini diberikan Bacabup H. Hendy Siswanto

"Rekom Partai Berkarya sudah turun dan diberikan kepada H. Hendy, rekom ini diberikan langsung oleh Ketua Umum Bapak Tommy Soeharto kepada H. Hendy dengan disaksikan sejumlah pengurus DPD Partai Berkarya Jember," ujar Muhid Sekretaris DPD Partai Berkarya Jember.

Pasca turunnya rekom partai ini, Muhid mengatakan, pihaknya akan langsung melakukan konsolidasi dan berkoordinasi dengan partai lain

"Tentu kami akan melakukan Koalisi dengan partai lain, mengingat Partai Berkarya hanya mendapat 1 ( satu ) kursi di DPRD Jember, namun kami tetap akan mengerahkan sekuat tenaga untuk memenangkan bacabup yang sudah direkom oleh ketua umum kami, seluruh kader dan pengurus sudah siap all out untuk memenangkan Pilkada Jember," ujar Muhid.

Muhid menambahkan, pemberian rekomendasi partai untuk Bacabup-Bacawabup Jember ini juga terkesan mendadak, karena DPD mendapat panggilan dari DPP untuk mendampingi rekomendasi calon bupati.

"Penyerahannya sangat mendadak, langsung Mas Tommy dan Pak Priyo Budi Santoso sendiri yang menyerahkan, dan kami serta ada anggota DPR RI dari Nasdem yang ikut menyaksikan penyerahan rekom ini," pungkas Muhid.



Kamis, 13 Agustus 2020

Khofifah dan Risma Kompak Lawan Kebijakan Pemerintah Pusat Mengenai Proses Pembelajaran Secara Tatap Muka Pada Masa Pandemi Corona

Khofifah dan Risma Kompak Lawan Kebijakan Pemerintah Pusat Mengenai Proses Pembelajaran Secara Tatap Muka Pada Masa Pandemi Corona

Para Kepala Daerah di Surabaya Raya berkumpul di Balai Kota Surabaya. Mereka mengikuti Ekspos Hasil Survey Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Jatim oleh para pakar dan akademisi.

Dalam acara ini Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa hadir dan kompak duduk semeja dengan Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya.

Dalam salah satu paparan, Dr Windhu Purnomo pakar Epidemiologi berkesempatan memaparkan beberapa evaluasi kondisi Covid-19 di Jatim. Kota Surabaya disebut sudah seminggu ini berada di zona oranye. Hal itu dari catatan peta epidemiologi tanggal 3 sampai 9 Agustus 2020 berdasarkan 15 kriteria Satgas Covid-19 Nasional. (https://www.suarasurabaya.net/kelanakota/2020/khofifah-dan-risma-duduk-semeja-mendengar-hasil-evaluasi-covid-19-jatim/)

Kompaknya Khofifah dan Risma, juga terlihat dalam langkah nyata, dimana Khofifah telah menetapkan kegiatan belajar tatap muka di sekolah tingkat SMA/SMK. Untuk zona kuning, siswa yang masuk sebanyak 50 persen sedangkan zona oranye sebanyak 25 persen. Dan salah satu lokasi kegiatan belajar tatap muka ini akan dilaksanakan di SMKN 6 kota Surabaya yang masuk zona oranye.

Untuk melaksanakan kebijakan Khofifah dan Risma tersebut, pada Rabu (12/8/2020) SMKN 6 Surabaya telah menggelar simulasi belajar tatap muka yang rencananya dimulai 18 Agustus mendatang, dimana SMKN 6 menjadi salah satu project pembukaan kegiatan sekolah tatap muka tingkat SMA/SMK di Jawa Timur, khususnya Surabaya. (https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-5130695/smkn-6-surabaya-gelar-simulasi-belajar-tatap-muka-hasilnya?single=1)

Kompaknya Khofifah dan Risma ini juga tampak saat melawan kebijakan pemerintah pusat mengenai proses pembelajaran secara tatap muka pada masa pandemi corona.

Dimana berdasar SKB (Surat Keputusan Bersama) 4 Menteri,yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri.

Inti dari SKB 4 Menteri itu adalah,pemerintah mengimplementasikan kebijakan, yakni:

1. Perluasan pembelajaran tatap muka untuk zona kuning. Pelaksanaan pembelajaran tatap muka diperbolehkan untuk semua jenjang yang berada di zona hijau dan zona kuning.

2. Kurikulum darurat (dalam kondisi khusus). Sekolah diberikan fleksibilitas untuk memilih kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran siswa. Modul pembelajaran dan asesmen dibuat untuk mendukung pelaksanaan kurikulum darurat.

Pembelajaran tatap muka diperbolehkan di zona hijau dan kuning asalkan mendapat persetujuan dari satgas atau gugus tugas masing-masing daerah," ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem.

Walaupun di zona hijau dan kuning, sekolah tidak dapat melakukan pembelajaran tatap muka tanpa persetujuan pemda setempat.

Sedangkan menurut SKB 4 Menteri itu, untuk sekolah yang berada di zona merah dan oranye, tetap dilarang melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah. Sekolah di zona ini (zona merah dan oranye) tetap melanjutkan Belajar dari Rumah.
(https://www.kompas.com/edu/read/2020/08/07/181318171/mendikbud-pembelajaran-tatap-muka-diperbolehkan-di-zona-kuning-pjj-pakai?page=all#page2)