Senin, 05 September 2016

La Nyalla Menolak Disebut Terdakwa

La Nyalla Menolak Disebut Terdakwa
http://www.sportanews.com/wp-content/uploads/2016/03/la-nyalla.jpg
Ketua Umum Kadin Jatim La Nyalla Mahmud Mattalitti menolak penyebutan dirinya sebagai terdakwa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang perdana yang digelar di Pengadilan Tipikor PN Jakarta Pusat, Senin (5/9/2016) siang.

"Proses hukum yang dilakukan kejaksaan dengan membawa saya ke pengadilan sekarang ini juga tidak sah," tandas La Nyalla kepada wartawan sesaat sebelum persidangan dimulai Senin.

La Nyalla yang didampingi 12 penasihat hukum yang tergabung dalam Tim Advokat Kadin Jatim juga menyatakan bahwa dirinya tidak menanggapi dakwaan yang dibacakan JPU, karena menurutnya, dakwaan tersebut hanya sah untuk orang yang sah dinyatakan sebagai tersangka atau terdakwa.

Sementara itu, penasihat hukum La Nyalla, Fahmi H. Bachmid menyatakan pihaknya mengajukan keberatan atas dakwaan JPU karena isi dari dakwaan tersebut manipulatif sekaligus pantas untuk dibatalkan demi hukum.

Demikian pernyataan dari tim media release Kadin (Kamar Dagang & Industri) Jawa Timur (Jatim), yang disampaikan pada berbagai media.

Senada dengan hal tersebut, koordinator PP Jawa Timur, Bagus Muslimin menyatakan bahwa tindakan kejaksaan adalah berlebihan. Karena dalam kasus korupsi Kadin Jatim sudah ada yang mau bertanggungjawab dan sudah divonis oleh pengadilan tipikor Surabaya, yakni para wakil ketua Kadin Jatim, Diar Kusuma Putra & Nelson Sembiring.

"Kenapa kejaksaan over acting dan mencari pelaku selain dua orang tersebut? Seharusnya ya cukup dua orang itu saja yang dihukum dan kasus ditutup. Tindakan kejaksaan yang menyeret bapak La Nyalla ke pengadilan tipikor ini adalah tindakan yang cari popularitas dan mengada-ada" ujar koordinator perkumpulan pemuda ini.

"Jangan karena Jaksa Agung tidak punya prestasi dan tidak punya kemampuan, lalu membawa lembaga kejaksaan untuk berlaku over acting", pungkasnya.



Kamis, 01 September 2016

Korupsi Laboratorium Bahasa Kementrian Agama Jangan Sampai Lenyap Ditelan Bumi

Korupsi Laboratorium Bahasa Kementrian Agama Jangan Sampai Lenyap Ditelan Bumi
http://image2.indotrading.com/co18338/personalwebsite/636046283554719181.png
KENTIR - Kelompok anti koruptor rakus, meminta agar kasus dugaan korupsi laboratorium bahasa di Kementrian Agama yang pernah dilansir oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tahun 2012 tentang hasil audit tahun anggaran 2011, jangan sampai lenyap ditelan bumi.

'Jika saat itu (tahun 2012), KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) beralasan bahwa mereka belum bisa menangani kasus ini karena saat itu mereka sedang fokus pada pengusutan kasus dugaan korupsi pengadaan Al Quran, tentunya setelah 4 (empat) tahun berlalu dan kasus korupsi Al Quran yang menghebohkan itu telah tuntas diselesaikan, maka kasus korupsi laboratorium bahasa ini semestinya layak mendapat prioritas untuk diusut", ujar Eddy ketua Kentir.

"Tetapi jika KPK masih juga sibuk dengan berbagai kasus korupsi lain yang ditanganinya, sehingga belum sempat mengusut kasus tersebut, maka aparat hukum kepolisian atau kejaksaan diharapkan berinisiatif menangani kasus ini", kata Eddy

"Memang kasus dugaan korupsi laboratorium bahasa ini tidak se-populer kasus korupsi Al Quran, meski terjadi pada kementrian yang sama dan pada waktu yang sama. Tetapi jumlah korupsinya sama besar. Masa kasus korupsi yang diusut hanya kasus korupsi yang populer dan bisa membuat ketenaran saja", ujarnya.

"Padahal ada yang menarik dari kasus korupsi laboratorium bahasa di kementrian agama ini, yakni adanya keterlibatan dari perusahaan, rekanan dan orang2 yang saat ini sedang diusut dan ada yang menjadi tersangka bahkan ada yang sudah diadili di pengadilan tipikor (tindak pidana korupsi) dalam kasus korupsi UPS (Uninterruptible Power Supply) di DKI Jakarta", tambahnya

Karena sebagaimana dilansir Bareskrim Mabes Polri tanggal 28 Agusutus 2016 bahwa salah satu tersangka baru kasus korupsi UPS yang merugikan negara ratusan milyar, yakni direktur utama PT Offistarindo Adhiprima, Harry Lo telah dilakukan penahanan (http://news.okezone.com/read/2016/08/24/338/1472280/bareskrim-polri-tahan-harry-lo-terkait-kasus-ups). Dimana bisa dilihat bahwa perusahaan yang sama juga terlibat dalam kasus dugaan korupsi laboratorium bahasa sebagaimana dilansir dalam temuan BPK tersebut.

Sebagaimana diberitakan oleh beberapa media nasional saat itu, pengadaan alat laboratorium bahasa untuk madrasah tsanawiyah pada 2010 senilai Rp 18 miliar di Kementerian Agama diduga bermasalah.BPK meyakini proyek itu, "Berpotensi merugikan keuangan negara jika harga barang yang diterima di bawah nilai kontrak," demikian tertulis dalam hasil audit proyek yang diperoleh

Hasil audit proyek yang ditandatangani akuntan register negara Acep Mulyadi pada 23 Mei 2011 menyebutkan pengadaan laboratorium besar kemungkinan tak sesuai dengan peraturan tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah.

Salah satu penyebabnya, situs help desk nasional dari CV Adi Kersa, pemenang tender proyek, di http://www.offistarindo.com, tak menyediakan fitur forum diskusi antar warga madrasah. Selain itu, katalog produk, deskripsi, tujuan, dan manfaat bagi pengguna tak lengkap.Situs itu dimiliki oleh PT Offistarindo Adhiprima, agen tunggal peralatan laboratorium bahasa merek Longsea yang diimpor dari China.

BPK juga menilai hasil pekerjaan dengan kontrak senilai Rp 18,196 miliar itu tak bisa memberi manfaat sesuai yang diharapkan. Mereka menilai panitia pengadaan tak memahami peraturan lelang. Tim penerima dan pemeriksa barang juga lalai menjalankan tugas.

Badan Pemeriksa merekomendasikan Kementerian Agama memberi sanksi kepada kuasa pengguna anggaran, pejabat pembuat komitmen, panitia pengadaan, dan tim pemeriksa barang.

Anggota Komisi Agama DPR RI periode itu, Muhammad Baghowi, mendesak Kementerian Agama menindaklanjuti temuan Badan Pemeriksa Keuangan. "Apalagi audit itu tahun 2011, seharusnya sudah ditindak lanjuti," kata politikus Partai Demokrat ini.

Juru bicara KPK saat itu, Johan Budi S.P., belum bisa menanggapi hasil audit. Menurut Johan, karena komisinya masih hanya fokus pada kasus korupsi pengadaan Al Quran saja.(http://wanita-wanita-muslimah.blogspot.co.id/2012/07/wanita-muslimah-pt-offistarindo.html)




Senin, 29 Agustus 2016

La Nyalla Akan Tetap Jadi Pengendali PSSI, Dengan Permainan Yang Cantik

La Nyalla Akan Tetap Jadi Pengendali PSSI, Dengan Strategi Yang Cantik
Hasil gambar untuk la nyalla mattalitti
Bhayangkara Surabaya United (BSU) akan mengusung Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi sebagai calon Ketua umum PSSI menggantikan La Nyalla Mattalitti. BSU juga meminta Pieter Tanuri dan Iwan Budianto sebagai Wakil Ketua PSSI.

Saat ditanya siapa calon yang diusung dalam bursa Ketua Umum PSSI, CEO BSU, Gede Widiade menyebut nama Edy.

Gede juga menyebut dua nama yang dianggap masuk kriteria untuk mendampingi Edy sebagai wakil ketua. Dua orang yang dimaksud Gede adalah orang2 kepercayaan La Nyalla Mattalitti yakni CEO Arema Cronus, Iwan Budianto dan pemilik Bali United, Pieter Tanuri.

Nama Gede Widiade sendiri masuk dalam calon anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI. "Nama saya masuk. Saya nggak tahu yang mencalonkan, Mas," tutur CEO klub BSU yang bernaung dibawah PT MMIB (Mitra Muda Inti Berlian) milik Diar Kusuma Putra, anak buah La Nyalla ini (http://www.bola.net/indonesia/terkait-calon-ketum-pssi-bsu-mantap-pilih-edy-rahmayadi-512ff3.html)

Dengan strategi yang cantik ini, meskipun Edy bisa menjadi ketua umum PSSI, akan tetapi dia dikepung oleh orang2 kepercayaan La Nyalla Mattalitti. Sehingga seperti periode Djohar Arifin memimpin sebagai ketua umum PSSI, Djohar tidak bisa mengambil keputusan dan tidak difungsikan, karena dikepung dan ditelikung oleh orang2 kepercayaan La Nyalla Mattalitti yang saat itu masih menjadi wakil ketua umum.

Baru setelah itu dalam KLB PSSI 2015 di Surabaya, La Nyalla bisa merebut posisi ketua umum, akan tetapi dia akhirnya terpaksa mundur karena tersandung kasus korupsi Kadin (Kamar Dagang & Industri) Jawa Timur (Jatim). Dimana anak buahnya yakni Diar Kusuma Putra sudah divonis oleh hakim tipikor (tindak pidana korupsi), dan La Nyalla sendiri akan diadili oleh pengadilan tipikor terkait kasus korupsi Kadin Jatim & TPPU (Tindak Pidana pencucian Uang).

Dalam kasus itu, terbukti dalam sidang pengadilan tipikor bahwa dana hibah dari APBD propinsi Jatim yang seharusnya digunakan untuk pembinaan UMKM ternyata masuk rekening PT MMIB dan digunakan untuk membiayai klub sepakbola itu.

Sabtu, 27 Agustus 2016

Pengacara: Kebenaran Soal Antasari Azhar Tinggal Tunggu Waktu

Pengacara: Kebenaran Soal Antasari Azhar Tinggal Tunggu Waktu
Antasari Azhar (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)
Keluarga Nasrudin Zulkarnaen meyakini Antasari Azhar tidak membunuh Direktur PT Putra Rajawali Banjaran itu. Mereka yakin, ada orang besar yang memfitnah Antasari untuk menggulingkannya dari kursi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Nasrudin hanyalah alat untuk menjatuhkan Antasari. Setidaknya, itulah yang diyakini keluarga Nasrudin.

"Nasrudin hanya alat untuk menjatuhkan orang lain. Kasus ini by design. Betapa jengkel dan menyakitkan jika memang kenyataannya demikian," ujar pengacara keluarga bos PT Putra Rajawali Bantaran Nasrudin Zulkarnain, Boenyamin Saiman, kepada Liputan6.com, Jakarta, Sabtu (27/8/2016)

Keluarga Nasrudin pun optimistis sosok pembunuh pria kelahiran Ujung Pandang 12 Desember 1968 itu akan terungkap suatu hari. Nasrudin ditembak di mobilnya, usai bermain golf di Padang Golf Modernland, Kota Tangerang, pada 15 Maret 2009.

"Saya yakin ini soal waktu kok. Kita kan sudah ikhtiar, sudah berusaha. Kita juga terus berdoa. Siapa tahu menjelang ajalnya, si otak pembunuhan yang asli bertobat dan mengaku," kata Boenyamin.

Menurut dia, ada satu lagi kunci agar kasus tersebut 'terang'. Kuncinya adalah bersabar. Boenyamin pun mencontohkan kasus Nelson Mandela yang dituduh melakukan sejumlah tindak pidana di negerinya sendiri.

Penerima Nobel itu menjalani hari-harinya di penjara selama lebih dari 20 tahun.
"Mudah-mudahan Pak Antasari jangan sampai kayak Nelson Mandela. Tapi akhirnya semua orang tahu siapa Nelson. Syaratnya cuma itu tadi, ikhtiar, berdoa, dan sabar. Suatu saat pasti terbongkar kok ini," ucap Boenyamin.

Keluarga Nasrudin pun menyambut baik rencana bebas bersyarat Antasari Azhar. Kebebasan Antasari ini akan mempermudah pergerakannya dan keluarga Nasrudin untuk mencari bukti soal kasus tersebut.

"Walaupun Pak Antasari sudah mengaku ikhlas ya. Tapi selama kita masih bisa berusaha, kenapa tidak?" tukas Boenyamin.



Posting Komentar Berbau SARA, Kiper Persiba Dicoret Dari Susunan Pemain

Posting Komentar Berbau SARA, Kiper Persiba Dicoret Dari Susunan Pemain
Posting Komentar Berbau SARA, Kiper Persiba Ini Dicoret dari Susunan Pemain
Penjaga gawang Persiba Balikpapan, Alfonsius Kevlan, terancam terdepak posisinya sebagai pemain inti tim berjuluk Beruang Madu itu. Aksi Kevlan di kompetisi Indonesia Soccer Championship 2016 mungkin tak dapat disaksikan lagi setelah dia memposting komentar berbau SARA di media sosial.

"Semua tinggal tergantung manajemen. Saya kembalikan lagi ke manajemen setelah putaran kedua Indonesia Soccer Championship," kata pelatih kiper Persiba, Mardianto, Kamis, 25 Agustus 2016.

Mardianto mengimbuhkan Kevlan tidak dimasukkan lagi dalam susunan line-up Persiba. Dia juga tidak  dibawa saat Persiba menjalani laga tandang melawan PS TNI.  "Saat lawan Barito Putra, dia tidak dibawa. Begitu pula nanti ketika melawan PS TNI," ujarnya.

Jasa Kevlan dibutuhkan tatkala dua kiper Persiba, Yoewanto Beny Setya dan Kurniawan Kartika Aji, absen akibat akumulasi kartu ataupun cedera. Namun dua kiper tersebut sedang dalam kondisi fisik yang prima. "Kalau kita krisis kiper baru kemungkinan dia (Kevlan) akan masuk line up lagi," ujarnya.

Mardianto menuturkan seluruh pemain harus mampu menjaga sikap di dalam maupun di luar lapangan. Sebelumnya, Alfonsius disebut memposting pernyataan bernada SARA dalam akun media sosialnya. Meski dia telah meminta maaf manajemen Persiba tetap memberikan sanksi tidak boleh bermain.

"Meskipun dia kiper hebat, tapi kalau asal ngomong kan gak bisa. Harusnya sebagai pemain bola dia  santun di luar lapangan dan  ganas di dalam lapangan," ucap Mardianto.



Dua Jendral Dukung People Power Desak MPR Gelar Sidang Istimewa Untuk Lengserkan Jokowi

Dua Jendral Dukung People Power Desak MPR Gelar Sidang Istimewa Untuk Lengserkan Jokowi
Jendral TNI (Purn) Adityawarman Thaha menyambut baik gerakan 'People Power Indonesia' yang digagas beberapa aktivis, tokoh, dan pemerhati politik. Gerakan ini memiliki tujuan menjatuhkan Joko Widodo.

Jendral Adit, demikian ia disapa menyarankan bahwa gerakan ini jika memang serius untuk itu, maka jangan terlalu banyak membuat kata-kata di ruang chat berbasis WhatsApp saja.

"Jangan hanya lebih banyak membuat dinamika lewat WA. Harusnya kita bentuk dan datangi tim 100 orang. Dari masing-masing tim itu, kemudian kita datangi ormas-ormas yang mempunyai misi sama,"

Menurutnya, kemungkinan besar untuk menjatuhkan Presiden Jokowi terbuka luas karena lembaga MPR ikut mendukung. "Saat saya berbicara dengan Kivlan Zen, bahwa Sekjend MPR sudah oke untuk mengadakan Sidang Istimewa," sambungnya.

Hal yang perlu dilakukan selanjutnya adalah dengan turun ke gedung DPR dengan membawa banyaknya massa. Minimal ia katakan massa itu sanggup duduki gedung DPR selama lebih dari satu hari.

"Kita juga harus turun selama dua hari di gedung DPR. Karena pilihan itulah: kita atau mereka. Kita duduki gedung DPR/MPR itu. inilah fokus kita. Akan tetapi jangan asal teriak-teriak saja. Langsung saja sebutkan maksud dan tujuan kita di DPR," usulnya.



Yusril Bingung Mau jadi Gubernur DKI

Yusril Bingung Mau jadi Gubernur DKI
Yusril Ihza Mahendra. Foto: dok jpnn
Kampanye Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra untuk menjadi gubernur DKI Jakarta semakin tidak jelas. Pasalnya, sampai saat ini blum ada satupun partai poltik yang secara terbuka menyatakan mendukung pakar hukum tata negara itu. Padahal, masa pendaftaran pasangan calon sudah di depan mata.

Meski begitu, Yusril masih yakin bakal memperoleh dukungan yang cukup untuk memenuhi syarat pendaftaran. Dia tak gusar meski beberapa partai seperti Gerindra, NasDem, Golkar dan Hanura, sudah menentukan jagoan masing-masing.

Yusril mengaku terus melakukan komunikasi dengan sejumlah partai. Mantan menteri sekretaris negara ini mengaku telah bertemu dengan petinggi PDI Perjuangan beberapa hari lalu. Padahal biasanya Yusril selalu mendiskreditkan PDI perjuangan

"Segala peluang dan kemungkinan masih terbuka. PDIP tergantung Bu Mega, bisa mendukung Ahok atau tidak. PPP dan PKB tidak akan bergabung dengan PDIP kalau Bu Mega mencalonkan Ahok," beber Yusril.