Kamis, 19 Desember 2019

Aparat Hukum Diminta Usut Dugaan Korupsi Pembelian Seragam Siswa di Badung Bali

Aparat Hukum Diminta Usut Dugaan Korupsi Pembelian Seragam Siswa di Badung Bali

Permendikbud 45/2014 tentang Pakaian Seragam Sekolah Bagi Peserta Didik Jenjang Pendidikan Dasar Dan Menengah

Sebagaimana ramai diberitakan media, DPRD kabupaten Badung propinsi Bali merasa geram, karena pembelian seragam gratis untuk para siswa sekolah dikabupaten tersebut yang dengan anggaran yang sangat besar akan tetapi kain yang dikirim kualitasnya buruk.

Untuk itu BARAK - Barisan Anti Korupsi Bali meminta aparat hukum untuk mengusut tuntas kejadian tersebut, serta menyelidiki adanya indikasi korupsi pada pembelian kain seragam untuk siswa tersebut.

Pembelian kain seragam siswa yang memakai dana APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) senilai Rp. 1,3 milyar tersebut dilakukan oleh dinas pendidikan kepemudaan dan olahraga kabupaten Badung, dimana penyedia barang adalah CV Artha Kawi Putri  dengan NPWP: 82.380.973.6-654.000 yang beralamat di dusun Sumbersari RT 01 RW 08 Wonosari kabupaten Malang, propinsi Jawa Timur.

Menurut BARAK, jika memang terindikasi dengan harga yang sangat mahal, akan tetapi kain yang dikirim itu kualitasnya buruk, maka ada 2 (dua) kemungkinan.

Pertama, jika kain yang dikirim oleh penyedia barang itu sesuai dengan dokumen pengadaan, maka ada dugaan persekongkolan antara dinas pendidikan dengan penyedia barang. Dimana dinas pendidikan dalam menyusun dokumen pengadaan terindikasi sengaja menyusun reencana pembelian dengan menentukan spesifikasi kain yang buruk untuk dibeli, tetapi kain yang buruk itu dibandrol dengan harga yang tinggi atau terjadi dugaan mark up harga.

Untuk perlu diusut, benarkah harga kain dengan kualitas yang buruk itu jauh lebih mahal dibanding dengan harga kain seragam dengan kualitas yang sangat bagus di pasaran.

"Jika ini terjadi, maka patut dipertanyakan bagaimana dinas pendidikan membuat HPS (Harga Perkiraan Sendiri). Kok bisa ada dugaan memilih dan menentukan spesifikasi kain yang jelek, tapi mematok harga pembeliannya jauh lebih mahal dibanding harga kain kualitas bagus yang ada dipasaran", kata Made Sukarta, ketua BARAK Bali.

Kedua, bisa saja terjadi bahwa penyedia barang yakni CV Artha Kawi Putri diduga mengirim kain yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang dituangkan dalam dokumen pengadaan.

Untuk itu menurut BARAK, perlu diperiksa spesifikasi kain yang dikirim oleh penyedia barang, serta dilakukan uji laboratorium dari lembaga independen/pemerintah yang berwenang, agar tidak terjadi rekayasa terhadap hasil dari uji laboratorium pada kain tersebut.

Made Sukarta berharap agar aparat hukum mengusut tuntas masalah ini, agar dana untuk pendidikan tidak terbuang sia-sia karena dipakai oleh para oknum secara sembarangan untuk bisa melakukan korupsi.



Minggu, 15 Desember 2019

Penyidikan Kasus YKP Surabaya, Ada Dugaan Pelanggaran UU & HAM

Minggu, 01 Desember 2019

Amdal Lalu-lintas Dinas Perhubungan Surabaya Dipertanyakan

Rabu, 27 November 2019

La Nyalla Mattalitti Dukung Dendi Setiawan Sebagai Ketua DPP GMNI

La Nyalla Mattalitti Dukung Dendi Setiawan Sebagai Ketua DPP GMNI



Ageng Dendi Setiawan adalah kader terbaik dari GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia) Jatim (Jawa Timur), maka sangatlah pantas jika dicalonkan sebagai pengurus malah bahkan sebagai ketua umum DPP GMNI dalam kongres di Ambon tahun 2019 ini.

Apalagi pengalaman berorganisasi dan kiprahnya cukup bagus dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan. Seperti saat ini saja Dendi Setiawan sudah bisa menunjukkan banyak prestasi dalam menjalankan aktivitasnya sebagai pengurus di salah satu pengurus pada  biro atau departemen Pemuda Pancasila cabang kota Surabaya yang diketuai oleh Andi Mattalitti, putra dari La Nyalla Mattalitti ketua DPD (dewan Perwakilan Daerah) RI.

Selain aktif sebagai pengurus pada salah satu biro atau departemen Pemuda Pancasila cabang kota Surabaya, Dendi Setiawan juga sering diminta untuk membantu kegiatan Andi Mattalitti di organisasi KADIN (Kamar Dagang dan Industri) kota Surabaya. Dukungan Andi Mattalitti ini mnunjukkan dukungan dari La Nyalla Mattalitti ketua DPD RI

Maka bisa dilihat di tingkat propinsi Jatim, dukungan pada Dendi Setiawan sangat solid, bahkan para relasi dan anak buah La Nyalla Mattalitti yang ada di jajaran birokrasi pemprop Jatim yang sekarang menjadi pengurus Alumni GMNI Jatim seperti Anom, Himawan, Nur Wiyatno dll bahkan banyak anggota DPRD Jatim  telah total membantu dan mendisiplinkan GMNI se Jatim agar Dendi Setiawan terpilih sebagai ketua DPP GMNI

Di luar propinsi Jatim, relasi yang ada juga telah banyak membantu dan berkampanye melalui berbagai sarana, misalnya melalui DPP KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) dll, dan hasilnya Dendi Setiawan banyak juga diterima oleh berbagai propinsi yang ada di Indonesia.

Jika Dendi Setiawan, menjadi ketua DPP GMNI, tentunya komunikasi organisasi GMNI dengan lembaga lembaga tinggi negara akan bisa berjalan dengan baik. Ini tentunya akan sangat bermanfaat bagi GMNI.



Selasa, 26 November 2019

Dukungan dan Polemik Pembelian Kain Pakaian Dinas DPRD Jatim

Sabtu, 23 November 2019

Rapimcab GMNI Surabaya Diserbu Preman

Rapimcab GMNI Surabaya Diserbu Preman


Pada hari Sabtu 24 Nopember 2019, di kantor GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia) Surabaya, Jalan Wisma Marinda Semolowaru, telah terjadi aksi premanisme yang berupa pengeroyokan dan penganiayaan yang menimpa para pengurus GMNI cabang Surabaya.

Pengeroyokan yang disertai penganiayaan ini terjadi saat GMNI cabang Surabaya sedang melaksanakan rapimcab (rapat pimpinan cabang) bersama pengurus komisariat atau pengurus GMNI tingkat fakultas di berbagai perguruan tinggi di Surabaya.

Pengeroyokan oleh para preman ini bertujuan untuk memaksa agar GMNI cabang Surabaya memberikan rekomendasi kepada Dendi yang merupakan alumni GMNI dari Fisip (Fakultas Ilmu Sosial Politik) Unair (Universitas Airlangga), agar direkomendasi menjadi pengurus DPP (Dewan Pimpinan Pusat) GMNI pada kongres GMNI yang kan berlangsung di Ambon pada 28 Nopember 2019 mendatang.

Dalam peristiwa ini, para preman itu memaksa Aldian ketu GMNI Surabaya untuk menandatangani surat rekomendasi atau pernyataan yang sudah dipersiapkan oleh para preman itu, yang berisi bahwa GMNI Surabaya mendukung atau memberi rekomendasi kepada Dendi alumni GMNI Fisip Unair agar bisa menjabat sebagai pengurus di DPP GMNI.

Para pengurus cabang dan komisariat GMNI Surabaya, sengaja tidak melakukan perlawanan karena untuk menjaga situasi agar tetap kondusif. Apalagi para preman ini mengaku melakukan hal demikian atas suruhan dari anggota DPRD Jatim dari partai Demokrat yaitu Reno Zulkarnain yang merupakan alumni GMNI Fisip Unair, yang infonya juga bersama alumni GMNI yang sekarang menjadi birokrat pemprop Jatim, yakni Anom dan Himawan.

"para pengurus komisariat dan pengurus cabang GMNI Surabaya memang sengaja tidak melakukan perlawanan, agar situasi tetap kondusif. Apalagi agenda rapimcab ini adalah bagaimana mengevaluasi dan membuat program2 agar GMNI Surabaya bisa makin berkembang. Selain itu mengusulkan beberapa program agar bisa dibahas pada kongres di Ambon mendatang", kata Hadi, salah satu pengurus yang mengikuti acara rapimcab GMNI tersebut.

"Sebenarnya kami sangat bisa melawan aksi para preman yang hanya berjumlah beberapa gelintir itu, apalagi jumlah peserta rampimcab ini puluhan orang dan jauh lebih banyak jumlahnya, tapi tentunya itu akan membuat keributan. Jika ada keributan tentu bisa mengurangi semangat untuk membuat program2 agar GMNI makin berkembang di Surabaya. Apalagi panitia rapimcab banyak mahasiswa baru yang baru bergabung dengan GMNI, bisa mengurangi semangat anggota baru dan menimbulkan kesan jelek pada organisasi GMNI", ujarnya.

"Apalagi agenda rapimcab ini yang utama adalah membahas program agar GMNI di Surabaya makin berkembang. Sedangkan agenda untuk membahas kongres itu cuma sedikit karena hanya berupa usulan program2 apa yang akan disampaikan agar menjadi program GMNI secara nasional" sambungnya

"Sedangkan untuk pengurus DPP GMNI mendatang GMNI cabang Surabaya tidak terlalu memikirkan, karena pengurus cabang yang sekarang akan segera lulus kuliah dan banyak yang tidak ingin menjadi pengurus DPP, karena sudah memiliki rencana untuk bekerja dan atau bergerak dalam dunia profesional lainnya, maka tiap komisariat dalam rapimcab ini diminta untuk mengusulkan nama untuk diusulkan, dan hasilnya dari rapimcab ini muncul belasan nama yang diusulkan sebagai pengurus DPP GMNI mendatang" tutur Hadi.

"Persoalan siapa dari belasan nama tadi yang bisa diterima, tentunya itu tergantung dari peserta kongres.Jika GMNI Surabaya dipandang sebagai cabang yang bagus karena program2nya berjalan dengan baik, tentunya akan diminta perwakilannya untuk duduk sebagai pengurus DPP GMNI. Makanya kami sebenarnya tidak terlalu risau soal kongres. Karena tidak ada target. Karena pada masa sekarang ini kami sebenarnya sedang konsentrasi menggenjot program2 agar GMNI Surabaya bisa lebih besar dan berkembang lebih maju. Bisa dilihat dalam semester ini saja GMNI Surabaya sedang giat melaksanakan belasan kali PPAB, kaderisasi, seminar2, bakti sosial, penghijauan, pelatihan profesi, dll", katanya.

"Maka sangat disayangkan jika ada alumni GMNI yang memaksakan kehendak agar dicalonkan sebagai pengurus di DPP GMNI. Jika memang berambisi menjadi pengurus DPP GMNI, sebagai alumni tentunya mereka bisa melalui jalur organisasi alumni GMNI yakni PA GMNI, agar mengusulkan Dendi sebagai pengurus DPP GMNI, janganlah terus membuat kekisruhan yang bisa merusak mental dan menurunkan semangat para anggota baru dalam ber GMNI", pungkasnya.



Selasa, 19 November 2019

Ada Apa Dalam Pembelian Kain Pakaian Dinas DPRD Jatim ?