Selasa, 26 November 2019

Dukungan dan Polemik Pembelian Kain Pakaian Dinas DPRD Jatim

Sabtu, 23 November 2019

Rapimcab GMNI Surabaya Diserbu Preman

Rapimcab GMNI Surabaya Diserbu Preman


Pada hari Sabtu 24 Nopember 2019, di kantor GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia) Surabaya, Jalan Wisma Marinda Semolowaru, telah terjadi aksi premanisme yang berupa pengeroyokan dan penganiayaan yang menimpa para pengurus GMNI cabang Surabaya.

Pengeroyokan yang disertai penganiayaan ini terjadi saat GMNI cabang Surabaya sedang melaksanakan rapimcab (rapat pimpinan cabang) bersama pengurus komisariat atau pengurus GMNI tingkat fakultas di berbagai perguruan tinggi di Surabaya.

Pengeroyokan oleh para preman ini bertujuan untuk memaksa agar GMNI cabang Surabaya memberikan rekomendasi kepada Dendi yang merupakan alumni GMNI dari Fisip (Fakultas Ilmu Sosial Politik) Unair (Universitas Airlangga), agar direkomendasi menjadi pengurus DPP (Dewan Pimpinan Pusat) GMNI pada kongres GMNI yang kan berlangsung di Ambon pada 28 Nopember 2019 mendatang.

Dalam peristiwa ini, para preman itu memaksa Aldian ketu GMNI Surabaya untuk menandatangani surat rekomendasi atau pernyataan yang sudah dipersiapkan oleh para preman itu, yang berisi bahwa GMNI Surabaya mendukung atau memberi rekomendasi kepada Dendi alumni GMNI Fisip Unair agar bisa menjabat sebagai pengurus di DPP GMNI.

Para pengurus cabang dan komisariat GMNI Surabaya, sengaja tidak melakukan perlawanan karena untuk menjaga situasi agar tetap kondusif. Apalagi para preman ini mengaku melakukan hal demikian atas suruhan dari anggota DPRD Jatim dari partai Demokrat yaitu Reno Zulkarnain yang merupakan alumni GMNI Fisip Unair, yang infonya juga bersama alumni GMNI yang sekarang menjadi birokrat pemprop Jatim, yakni Anom dan Himawan.

"para pengurus komisariat dan pengurus cabang GMNI Surabaya memang sengaja tidak melakukan perlawanan, agar situasi tetap kondusif. Apalagi agenda rapimcab ini adalah bagaimana mengevaluasi dan membuat program2 agar GMNI Surabaya bisa makin berkembang. Selain itu mengusulkan beberapa program agar bisa dibahas pada kongres di Ambon mendatang", kata Hadi, salah satu pengurus yang mengikuti acara rapimcab GMNI tersebut.

"Sebenarnya kami sangat bisa melawan aksi para preman yang hanya berjumlah beberapa gelintir itu, apalagi jumlah peserta rampimcab ini puluhan orang dan jauh lebih banyak jumlahnya, tapi tentunya itu akan membuat keributan. Jika ada keributan tentu bisa mengurangi semangat untuk membuat program2 agar GMNI makin berkembang di Surabaya. Apalagi panitia rapimcab banyak mahasiswa baru yang baru bergabung dengan GMNI, bisa mengurangi semangat anggota baru dan menimbulkan kesan jelek pada organisasi GMNI", ujarnya.

"Apalagi agenda rapimcab ini yang utama adalah membahas program agar GMNI di Surabaya makin berkembang. Sedangkan agenda untuk membahas kongres itu cuma sedikit karena hanya berupa usulan program2 apa yang akan disampaikan agar menjadi program GMNI secara nasional" sambungnya

"Sedangkan untuk pengurus DPP GMNI mendatang GMNI cabang Surabaya tidak terlalu memikirkan, karena pengurus cabang yang sekarang akan segera lulus kuliah dan banyak yang tidak ingin menjadi pengurus DPP, karena sudah memiliki rencana untuk bekerja dan atau bergerak dalam dunia profesional lainnya, maka tiap komisariat dalam rapimcab ini diminta untuk mengusulkan nama untuk diusulkan, dan hasilnya dari rapimcab ini muncul belasan nama yang diusulkan sebagai pengurus DPP GMNI mendatang" tutur Hadi.

"Persoalan siapa dari belasan nama tadi yang bisa diterima, tentunya itu tergantung dari peserta kongres.Jika GMNI Surabaya dipandang sebagai cabang yang bagus karena program2nya berjalan dengan baik, tentunya akan diminta perwakilannya untuk duduk sebagai pengurus DPP GMNI. Makanya kami sebenarnya tidak terlalu risau soal kongres. Karena tidak ada target. Karena pada masa sekarang ini kami sebenarnya sedang konsentrasi menggenjot program2 agar GMNI Surabaya bisa lebih besar dan berkembang lebih maju. Bisa dilihat dalam semester ini saja GMNI Surabaya sedang giat melaksanakan belasan kali PPAB, kaderisasi, seminar2, bakti sosial, penghijauan, pelatihan profesi, dll", katanya.

"Maka sangat disayangkan jika ada alumni GMNI yang memaksakan kehendak agar dicalonkan sebagai pengurus di DPP GMNI. Jika memang berambisi menjadi pengurus DPP GMNI, sebagai alumni tentunya mereka bisa melalui jalur organisasi alumni GMNI yakni PA GMNI, agar mengusulkan Dendi sebagai pengurus DPP GMNI, janganlah terus membuat kekisruhan yang bisa merusak mental dan menurunkan semangat para anggota baru dalam ber GMNI", pungkasnya.



Selasa, 19 November 2019

Ada Apa Dalam Pembelian Kain Pakaian Dinas DPRD Jatim ?

Kamis, 10 Oktober 2019

Benarkah Ada Potensi Pemalsuan Kain Seragam Batik KORPRI ?

Senin, 30 September 2019

Pembelian Laptop Dinas di Blitar Belum Tuntas, Berpotensi Menghambat Kinerja & Pelayanan Masyarakat

Jumat, 12 April 2019

{Jurnalisme} Drama Lucu Seputar Pilpres 2019: Istri Kadishub Bojonegoro Laporkan Suami Selingkuh - Kadishub Balik Tuduh Istri Berselingkuh

Drama Lucu Seputar Pilpres 2019:
Istri Kadishub Bojonegoro Laporkan Suami Selingkuh - Kadishub Balik Tuduh Istri Berselingkuh

Sebelumnya telah viral di medsos foto istri Kadishub (Kepala Dinas Perhubungan Bojonegoro) yang kampanye pilpres (pemilihan presiden) untuk pasangan  PANU - Prabowo Sandiaga Uno





Detik News
Istri Kadishub Bojonegoro Laporkan Suami Selingkuh Dengan Kadinsos Pasuruan
Titik Purnomosari, istri Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro Iskandar, melaporkan suaminya yang disebutnya telah berselingkuh. Titik menyebut suaminya berselingkuh dengan Kepala Dinas Sosial Kota Pasuruan Nila Wahyuni Subiyanto.

Keduanya dilaporkan oleh Titik ke Polda Jatim. Titik mengaku dirinya juga membawa bukti berupa video porno suaminya dengan Nila.

"Saya melaporkan (suami saya) ada affair sama Kepala Dinas sosial Pasuruan. Suami saya Iskandar. Terus yang kepala dinas sosial namanya bu Nila. Kejadiannya 9 bulan yang lalu ketahuan videonya juga video porno yang berhubungan badan seperti itu," kata Titik di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Kamis (11/4/2019).

Sebelum melapor, Titik mengaku memberanikan diri. Karena sebelumnya baik suami dan selingkuhannya kerap mengancam Titik agar tidak melapor atau menyebarkan video porno tersebut karena akan terkena UU ITE.

"Saya sebetulnya sudah diam saja, ini sebenarnya saya juga diancam katanya gitu kalau kamu mengirimkan video itu kamu akan kena undang-undang ITE, saya ketakutan dan saya diam," lanjutnya.

Tak hanya itu, Titik juga sempat bertemu dengan Nila. Nila pun telah berjanji akan segera berpisah dengan Iskandar. Namun janji tinggal janji, hingga kini Titik mendapati keduanya masih bersama.

"Sempat saya ketemu sesama perempuan, baik-baik lah intinya, saya baik-baik saya ketemu dia janji mau pisah dan dia kan ada hubungan kerja juga katanya di dinas sosial itu ada program kerja bantuan Raskin. Nah suami saya yang disuruh menangani raskinnya itu jadi suami saya memasok beras atau telur jadi ada usaha bersama. Mungkin dari usaha bersama itulah jadi ada hubungan," papar Titik.

Titik juga mengaku suami dan selingkuhannya kerap berhubungan di sebuah rumah kontrakan di Taman Dayu.

"Kalau suami saya itu sekarang kontrak rumah sendiri di situ. Dia sudah minta maaf sama saya di situ dia bilang saya sudah memutuskan hubungan ini itu tapi ternyata malah menjadi-jadi saya diancam intinya kalau video itu diedarkan nanti saya undang-undang ITE. Akhirnya saya diam," pungkasnya.
--------

Detik News
Dilaporkan Perzinahan, Kadishub Bojonegoro Balik Tuduh Istri Berselingkuh
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Bojonegoro, Iskandar tak terima dengan pelaporan dirinya oleh istrinya, Titik Purnomosari, atas kasus dugaan perzinaan. Bahkan Iskandar balik menuduh istrinyalah yang justru sering berselingkuh.

"Saya yakin anda pasti tahu, titik apinya dari siapa dulu. Bu Titik selama menikah dengan saya, pernah beberapa kali affair (berselingkuh) dengan pria lain. Itu ada filenya. Tapi kalau saya disuruh membuktikan ya saya tak tahu," ucap Iskandar saat dihubungi detikcom, Jumat (12/4/2019).

Iskandar bahkan menyebut inisial siapa saja yang pernah berbuat affair dengan istrinya tersebut. Inisial itu adalah AG, AT, dan TD.

Iskandar juga menuturkan jika sudah hampir 10 bulan ini tidak satu rumah dengan istrinya lagi karena ia sudah menjatuhkan talak. Iskandar lebih memilih tinggal sendiri di rumah kontrakan di wilayah kecamatan Dander, Bojonegoro.

"Saya keluar rumah sudah sekitar 10 bulan, karena saya sudah menjatuhkan talak. Dan saya keluar rumah hanya bawa baju dan mobil dinas," keluh Iskandar.

Selama ini Iskandar yang telah dikaruniai tiga anak itu mengaku sudah mencoba menahan diri untuk tidak terjadi kekerasan dalam rumah tangga karena mengetahui istrinya telah berslingkuh.
---

Jatim Now
Giliran Kadishub Bojonegoro Tuding Istri Selingkuh Dengan Banyak Pria

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Bojonegoro, Iskandar balik menyerang. Istrinya Titik Purnomosasi dituding juga sering selingkuh berganti pasangan. Namun selama itu, Iskandar memilih diam.

Iskandar dilaporkan Titik ke Polda Jatim dengan tuduhan berselingkuh dengan dan Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kota Pasuruan, Nila Wahyuni Subiyanto. Atas laporan itu, Iskandar dan Nila ditetapkan menjadi tersangka oleh polisi dalam kasus tersebut.

"Justru saya menggugat cerai karena calon janda saya (Titik) berselingkuh," kata Iskandar saat dihubungi jatimnow.com, Kamis (11/4/2019).

Ia menceritakan, selama ini telah menahan diri untuk tidak berbuat kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) karena mengetahui istrinya itu berselingkuh dengan banyak pria lain.

"Sudah lama dengan berbagai orang," ungkapnya.

Hubungan rumah tangga Iskandar ini semakin renggang, bahkan sudah 7 kali mereka talak.

"Yang ke 8 ini saya gugat cerai talak ke Pengadilan Agama Bojonegoro," ujarnya.

Namun, proses perceraian itu terganjal administrasi sebagai pegawai negeri sipil. Surat izin ke Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah sudah dilayangkan, tapi belum mendapat jawaban.

"Sudah saya laporkan ke Bu Anna, tapi sampai sekarang belum saya terima," kata Iskandar.

Hubungan Iskandar dengan ketiga anaknya juga ikut renggang. Ketiga anaknya itu, dua di antaranya sudah menikah dan 1 anaknya sudah bekerja.

"Sekarang renggang, sejak saya menjatuhkan talak. Perselingkuhan ibunya itu yang cerita juga anaknya," bebernya.

Iskandar tak ingin terjadi kekerasan dalam rumah tangga, Iskandar pun meninggalkan rumah dan mengontrak di wilayah Dander, Bojonegoro dan dekat dengan pondok pesantren.

"Saya menjatuhkan talak itu menghindari jangan sampai terjadi KDRT. Sampai aku iki ngontrak nang njobo, 9 bulan mas. (Sampai saya ini mengontrak di luar, sudah 9 bulan)," pengakuannya.

"Diserang koyok ngono, jenenge wong lanang kudu nyamplok ae. Nah iku kan seng dienteni. (Diserang seperti itu. Sebagai orang laki-laki inginnya memukul. Nah perbuatan itu yang ditunggu dia)," terangnya.

Iskandar juga mengaku kaget dengan penetapan polisi kepada dirinya yang begitu cepat menjadi tersangka.

"Kok bisa tersangka. Dipanggil sebagai saksi saja belum kok," tandasnya.



Rabu, 02 Januari 2019

Kenapa Sandiaga Uno Membohongi Masyarakat ?

Kenapa Sandiaga Uno Membohongi Masyarakat ?
Sandiaga Uno mengklaim bangun tol Cikopo - Palimanan sepanjang 116 Km tanpa hutang.
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4367278/sandi-saya-bangun-cikopo-palimanan-116-km-tanpa-utang

Tapi berita beberapa tahun lalu saat awal pembangunan, disebut bahwa proyek tol Cikopo - Palimanan diguyur hutang Rp. 8,8 trilyun oleh 22 Bank di Indonesia.
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-2037674/proyek-tol-cikampek-palimanan-diguyur-rp-88-triliun-oleh-22-bank

Menurut Sandiaga seperti tol Cikopo - Palimanan yang dibangunnya itu tak perlu hutang, karena yang hutang adalah perusahaan investor yang akan digandeng diajak kerjasama (diantaranya perusahaan malaysia yg kuasai 55% saham) yg diberi hutang (dibiayai) oleh 22 Bank dr Indonesia
https://finance.detik.com/infrastruktur/d-4367474/benarkah-sandi-bangun-tol-cikopo-palimanan-tanpa-utang

Sedangkan info lain menyebutkan bahwa pemerintah membangun tol Cikopo - Palimanan (dll) itu tanpa hutang pemerintah. Yang mendapat pinjaman investasi dari bank adalah badan usaha milik negara. Jadi negara tidak dibebani hutang. Hanya dengan pola baru tertentu ini jalan tol bisa dibangun lebih cepat dan lebih banyak ruas, dibandingkan dg pola pada waktu2 sebelumnya
https://finance.detik.com/bursa-dan-valas/d-4368298/pemerintah-bangun-tol-tanpa-utang-begini-caranya

Sebaiknya memang kita bisa membedakan istilah mana hutang, mana investasi yg sebagian pembiayaannya berasal dari pinjaman bank.

Seperti misalnya invstasi jalan tol yang jelas akan menghasilkan keuntungan yang berupa pemasukan dari para penggunanya yang membayar jasa tol. Demikian juga investasi yang lain, seperti pembangunan KA cepat, pembangunan KA di sulawesi, kalimantan dll .
Jika investasi oleh swasta murni, keuntungan akan masuk ke swasta, sedangkan investasi oleh badan usaha milik negara, nantinya bisa masuk ke kas negara untuk menambah APBN.

yang bukan investasi adalah membangun jalan yang bukan tol, serta infrastruktur2 lain yang tidak berbayar. Seperti misalnya jalan trans papua, jalan lintas sumatra yg bukan tol, jembatan dll yg dibiayai oleh APBN atau APBD (tergantung apakah itu ruas kewenangan pusat atau propinsi atau kabupaten/kota)

Kita sebenarnya tak perlu meributkan, karena apakah kita akan membiarkan berbagai daerah yg kaya hasil bumi dll yg sebelumnya tanpa infrastruktur yg berakibat hasil bumi dll itu tidak bisa terjual, dan atau daerah itu tidak bisa membangun apa2 karena antar wilayah tidak ada jalan atau infrastruktur yang menghubungkan?

Mungkin ada masukan yang lebih pas dari teman2 yang bergelut di hal2 seperti ini? misalnya teman2 yang bekerja d Pekerjaan Umum dll bidang yang terkait?